17.3.13

Akhirnya,

Lama tak mengabarkan perkembangan mbangun gubug, terakhir kondisi Agustus 2012. Setelah itu proses pembangunan sangat lambat. Tukang yang mengerjakan pindahh ke lain proyek. Terpaksa saya minta dikerjakan di sela-sela waktu. Setiap Jum'at, ketika proyek libur pembangunan dilanjutkan.

Berjalan selama 2 bulan, sangat lambat perkembangannya. Walau belum ada pintu dan jendela, saya sudah sering tidur di rumah. Walau sendirian dan belum terpasang lampu, kadang kadang ditemani Laras, anakku. Kalau siang sering makan siang di rumah, kehidupan separo di rumah separo di kontrakan.

Beruntung dulu kontrak dengan jangka waktu satu tahun. Bulan Desember, kami pindahan ke rumah. Walaupun belum selesai, masih banyak yang dikerjakan di sana sini. Perlahan sudah mulai nyaman untuk ditempati.

Unfinished & Finished

Pasang rangka plafon

Taman mulai saya tata.
Kamboja dan tanduk rusa, tanaman penghuni baru
Kayu sisa rangka plafon untuk kisi kisi ruang keluarga lantai atas

Masih berantakan 

Perabotan sudah mulai dipindahkan

Kecelakaan,
niatnya diwaterproof transparan keliru ambil yang warna putih

Akhirnya...

3 comments:

  1. salam mas sis wanto
    rumahnya cakep, suka banget :)
    kebetulan saya lagi googling2x soal lantai semen aci, ketemunya disini
    untuk buat lantai semen, apa perlu semen khusus ya mas?
    adukannya seperti apa? dan apa harus di beri tulangan macam wiremesh gitu?
    truss setelah di plester, apa harus di aci atau gimana?
    hehe maap borongan tanyanya :)

    kebetulan lagi renov rumah dengan budget sangat terbatas :D,
    soalnya kata tukang saya, ada semen khusus untuk lantai semen ekspos, dan jatuhnya lebih mahal kalo di banding dengan pakai keramik biasa.
    dan dari dulu kepingin rumah dengan lantai semen yg adem (mengingatkan saya akan masa kecil saya ttg rumah2x di desa -yg sayangnya sekarang justru berganti keramik semua- )

    maturnuwun sebelumnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih atas kunjungannya.
      Yang saya pakai semen biasa, Semen Gresik. Saya tidak memakai tulangan, untuk adukan seperti plesteran biasa, cuma untuk lantai saya memakai pasir Muntilan dan saya tambahkan obat beton/ cor merk ( kebetulan saya pakai Cabond, banyak pilihan di toko ).
      Setelah plesteran kering, bisa di aci pakai semen.
      Di toko memang ada semen khusus untuk lantai (floor harderner), tetapi biaya akan jadi mahal. Saya memakai semen putih campur semen biasa ( 1:1 ), tujuanya untuk dapat warna yang agak terang.
      Salam kenal.

      Delete
  2. Hallo mas...mw tanya sedikit pengalaman pake dak keraton ada kendala ga smp sekarang, klo berkenan mohon berbagi pengalaman dengan saya mas,,, matur suwun

    ReplyDelete