31.8.12

Mbangun Gubug (Maret)

Kabar kenaikan harga BBM yang akan diberlakukan mulai bulan April 2012 membayangi kegiatan pembangunan rumah, harga material langsung merangkak naik. Hujan membuat lahan becek dan licin.

Hujan masih sering turun, galian pondasi selalu terisi air


Pasangan dinding bata sudah setinggi 1 meter.









Pohon kersen peneduh tukang, terpaksa ditebang sebagian karena komplain tetangga gara-gara rumahnya diserbu semut.

Dinding rumah baru dan sisa dinding rumah lama, mungkin mereka sedang serah terima untuk ditempati.








Pasangan dinding bata sudah di atas kusen
Besi-besi untuk persiapan cor ringbalk
Selain untuk sirkulasi udara, bata bolong juga bisa untuk menerobos cahaya
Area untuk tangga dan kamar mandi, mungil tapi menampung banyak fungsi
Lempengan kayu untuk persiapan ngecor sudah terkirim.








Lahan sebelah barat sudah mulai terpasang pondasi batu kali, tanah galian belum sempat dikeluarkan dari lahan. Gundukan tanah dan batu dari galian tanah pondasi lumayan banyak menumpuk di lokasi.





Penghancuran/ pembongkaran rumah lama dimulai, selamat tinggal dan terima kasih sudah menaungi kami selama 8 tahun ini











Besi dari bongkaran lama, untuk menghemat angaran barang ini  akan dimanfaatkan kembali untuk rumah baru.
Rumah lama yang sudah rata tanah 
berganti dengan pondasi batu kali. 
Tersisa dinding ruang kamar depan,
 untuk menyimpan alat dan material. 
Kusen-kusen di depan kamar lama, 
untuk keamanan barang-barang tersebut ditutupi 2 buah terpal
































Pandangan dari dapur, tukang masih semangat bekerja walaupun kondisi semakin becek dan licin karena hujan. 







Pak Kasirin mulai pasang bata untuk dinding kamar








Pasangan bata di kamar depan dibuat miring menyesuaikan sambungan dua dinding antar tetangga samping  yang sambungannya tidak lurus 







Untuk kelancaran sirkulasi udara, pasangan bata di ruang tamu dibuat bercelah, kami menamakannya “bata bolong”.

No comments:

Post a Comment